<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pelatihan Guru Go Blog Unesa</title>
	<atom:link href="http://blognyaguru.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blognyaguru.wordpress.com</link>
	<description>Situs Resmi Guru Go Blog SMA Negeri 6 Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2009 12:28:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blognyaguru.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pelatihan Guru Go Blog Unesa</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blognyaguru.wordpress.com/osd.xml" title="Pelatihan Guru Go Blog Unesa" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blognyaguru.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>FACEBOOK membiayai perang di GAZA</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/07/06/facebook-membiayai-perang-di-gaza/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/07/06/facebook-membiayai-perang-di-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 12:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[FACEBOOK membiayai perang di GAZA Http://zanikhan. multiply. com Fenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008 facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari 140 juta user aktif di seluruh dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=137&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FACEBOOK membiayai perang di GAZA</p>
<p>Http://zanikhan. multiply. com<br />
Fenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada<br />
facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu<br />
teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008<br />
facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari<br />
140 juta user aktif di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap<br />
harinya. Bagi yang belum tahu apa itu facebook bisa baca artikel ini.<br />
Facebook memberikan banyak kemudahan bagi kita, dari mulai menjalin<br />
relasi sampai cari uang dari facebook, baca juga artikel ini dan<br />
artikel ini. Tapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan<br />
untuk membiayai perang di Gaza. Benarkah?</p>
<p>Awalnya saya juga tidak sengaja reseach tentang facebook. Dari awal<br />
saya sangat tidak setuju dengan adanya agresi Israel di Gaza. Untuk<br />
membantu warga Gaza, saya hanya bisa berdoa dan berniat untuk<br />
memboikot produk-produk Israel. Dari artikel yang saya publish<br />
beberapa waktu lalu tentang pemboikotan produk-produk Amerika, ada<br />
komentar yang mengatakan bahwa facebook dan wordpress adalah milik<br />
amerika dan menyarankan untuk tidak memakainya lagi. Dari sini awal<br />
mulanya saya melakukan reseach tentang facebook dan wordpress.</p>
<p>Fakta &#8211; fakta :</p>
<p>1. Facebook adalah milik Mark Zuckerberg, jika kita membaca artikel<br />
Mark Zuckerberg dalam bahasa indonesia tidak diketahui secara lengkap<br />
siapakah dia. Kalau kita membaca artikel tentang Mark Zuckerberg dalam<br />
bahasa inggris terdapat lengkap data diri si pembuat facebook ini.</p>
<p>2. Siapakah sebenarnya si pendiri sekaligus CEO facebook ini? Dia<br />
adalah mahasiswa harvard university dan aktif sebagai anggota Alpha<br />
Epsilon Pi. What is Alpha Epsilon Pi? baca artikel ini.</p>
<p>3. Alpha Epsilon Pi adalah seperti perkumpulan mahasiswa yahudi di<br />
amerika utara, yang mempunyai misi sebagai berikut,</p>
<p>Alpha Epsilon Pi, the Jewish Fraternity of North America, was founded<br />
to provide opportunities for Jewish men seeking the best possible<br />
college and fraternity experience. We have maintained the integrity of<br />
our purpose by strengthening our ties to the Jewish community and<br />
serving as a link between high school and career. Alpha Epsilon Pi<br />
develops leadership for the North American Jewish community at a<br />
critical time in a young man&#8217;s life. Alpha Epsilon Pi&#8217;s role is to<br />
encourage the Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals,<br />
values, and ethics and to prepare the student to be one of tomorrow&#8217;s<br />
leaders so that he may help himself, his family, his community, and<br />
his people.</p>
<p>Yang intinya adalah sebagai tempat pengkaderan dan tempat mencari<br />
pemimpin baru bagi kaumnya, yaitu Yahudi.</p>
<p>4. Fakta ke-empat sampai artikel ini ditulis serangan Israel di Gaza<br />
telah menewaskan lebih dari 600 palestinians.</p>
<p>5. Facebook mendapatkan keuntungan dari iklan yang dipasang, semakin<br />
banyak user dan pengunjung facebook senakin banyak pula penghasilnya.</p>
<p>Next research :<br />
-Apakah hubungan Yahudi dengan Israel?<br />
-Apakah benar sebagian pendapatan Mark Zuckerberg di sumbangkan untuk<br />
Alpha Epsilon Pi?<br />
-Apakah Alpha Epsilon Pi berhubungan dengan pemerintah Israel?</p>
<p>Link :<br />
- How To Delete Facebook Account?<br />
- Daftar Produk AS yang diboikot oleh Para Ulama</p>
<p>Referensi :<br />
- http://www.wikipedi a.org<br />
- http://www.infopale stina.com<br />
- http://www.aljazeer a.net/english<br />
- http://amirkovic. wordpress. com</p>
<p>sumber : http://www.kamusmal esbanget. com/foru. ..perang- di-Gaza</p>
<br />Posted in artikel Tagged: facebook, gaza, perang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=137&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/07/06/facebook-membiayai-perang-di-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TELINGA / TENAGA YANG KUAT???</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/29/telinga-tenaga-yang-kuat/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/29/telinga-tenaga-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[kuat]]></category>
		<category><![CDATA[lonceng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Rekor Bunyikan Lonceng Orang-orang ini membunyikan lonceng di Kota Rinchnach, Jerman, kemarin (28/6). Mereka bukan sedang iseng, tapi berupaya memecahkan rekor dunia. Sebanyak 1.368 orang -baik pria, wanita, maupun anak-anak&#8211;ikut serta dalam acara tersebut. Rekor peserta terbanyak yang membunyikan bel akhirnya terpecahkan. Untungnya, tidak ada peserta yang mengalami masalah pada pendengaran setelah acara. Jika tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=134&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="width:207px;">
<div></div>
</div>
<div><img src="http://www.jawapos.co.id/imgall/15/imgthumb/77753small.jpg" alt="" /></div>
<div>Rekor Bunyikan Lonceng</div>
<p>Orang-orang ini membunyikan lonceng di Kota Rinchnach, Jerman, kemarin (28/6). Mereka bukan sedang iseng, tapi berupaya memecahkan rekor dunia. Sebanyak 1.368 orang -baik pria, wanita, maupun anak-anak&#8211;ikut serta dalam acara tersebut. Rekor peserta terbanyak yang membunyikan bel akhirnya terpecahkan. Untungnya, tidak ada peserta yang mengalami masalah pada pendengaran setelah acara. Jika tidak, bisa terjadi rekor &#8221;tuli&#8221; bersama. <strong>(AFP)</strong></p>
<br />Posted in artikel Tagged: aneh, kuat, lonceng <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=134&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/29/telinga-tenaga-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jawapos.co.id/imgall/15/imgthumb/77753small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajar, Anggota DPR nge-Facebook (daripada e-mail/SMS). Karena?</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/wajar-anggota-dpr-nge-facebook-daripada-e-mailsms-karena/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/wajar-anggota-dpr-nge-facebook-daripada-e-mailsms-karena/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Posted on 30 April 2009 by donnybu Pertumbuhan pengguna facebook di Indonesia sangatlah luar biasa! Jika sekitar awal Maret 2009 lalu saya sempat menulis bahwa fesbuker (istilah untuk pengguna facebook) di Indonesia “baru” mencapai sekitar 1,5 juta orang, maka per akhir April 2009 ini telah mencapai lebih dari 3 juta orang (menurut checkfacebook.com, 30/04/2009). Ini berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=131&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Wajar, Anggota DPR nge-Facebook (daripada e-mail/SMS). Karena?" rel="bookmark" href="http://donnybu.blogdetik.com/2009/04/30/wajar-anggota-dpr-nge-facebook-daripada-e-mailsms-karena/"><br />
</a></h2>
<div>Posted on <span>30 April 2009</span> by donnybu</div>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/04/dpr-facebook.jpg" alt="dpr-facebook" width="450" height="339" /></p>
<p>Pertumbuhan pengguna facebook di Indonesia sangatlah luar biasa! Jika sekitar awal Maret 2009 lalu saya sempat menulis bahwa fesbuker (istilah untuk pengguna facebook) di Indonesia “baru” mencapai <a href="http://donnybu.blogdetik.com/2009/03/09/obama-dorong-facebook-taklukan-friendster-di-indonesia/" target="_blank">sekitar 1,5 juta</a> orang, maka per akhir April 2009 ini telah mencapai <a href="http://www.checkfacebook.com/" target="_blank">lebih dari 3 juta orang</a> (menurut <a title="http://checkfacebook. " href="http://checkfacebook.com/" target="_blank">checkfacebook.com</a>, 30/04/2009). Ini berarti hanya dalam 2 bulan saja, terdapat pertumbuhan fesbuker lokal sebesar 100%. Fantastis!</p>
<p>Yang luar biasa lagi, walau Indonesia bukanlah “<em>10 largest country</em>” maupun “<em>10 fastest growing</em>” untuk fesbuker menurut <a title="http://checkfacebook. " href="http://checkfacebook.com/" target="_blank">checkfacebook.com</a>, tetapi salah satu negara penyumbang <a href="http://www.alexa.com/siteinfo/facebook.com" target="_blank">trafik tertinggi ke situs facebook.com</a> adalah Indonesia pada posisi ke-5 (menurut <a title="http://Alexa. " href="http://alexa.com/" target="_blank">Alexa.com</a>, 30/04/2009), mengalahkan Canada yang berada di posisi ke-6 walau dengan prosentase yang sama (3,8%).</p>
<p>Padahal jumlah fesbuker di Canada, menurut <a title="http://checkfacebook. " href="http://checkfacebook.com/" target="_blank">checkfacebook.com</a> tercatat lebih dari 11,5 juta orang. Hampir 4 kalinya jumlah fesbuker Indonesia. Dengan sumbangan trafik yang nyaris sama (antara Indonesia dengan Canada), tetapi dengan jumlah fesbuker Indonesia yang 4 kali lebih sedikit, apakah ini berarti<strong> fesbuker Indonesia 4 kali lebih rajin</strong> “main fesbuk” ketimbang Canada (atau sekian kali lebih rajin ketimbang negara lain)?</p>
<p><span> </span></p>
<p>-</p>
<p><strong>Mengalahkan Yahoo (dan SMS)</strong></p>
<p>Ada hal seru lainnya, jika kita telaah data dari <a title="http://Alexa. " href="http://alexa.com/" target="_blank">Alexa.com</a> (30/04/2009). Ternyata peta “top-sites” yang dikunjungi oleh pengguna Internet di Indonesia telah berubah. <a title="http://Facebook. " href="http://facebook.com/" target="_blank">Facebook.com</a> kini <a href="http://www.alexa.com/topsites/countries/ID" target="_blank">merangsek ke urutan-2</a>, mengalahkan <a title="http://Yahoo. " href="http://yahoo.com/" target="_blank">Yahoo.com</a>!</p>
<p>Padahal kedigdayaan <a title="http://Yahoo. " href="http://yahoo.com/" target="_blank">Yahoo.com</a> sempat tak terkalahkan, karena kita tahu bahwa <a title="http://Yahoo. " href="http://yahoo.com/" target="_blank">Yahoo.com</a> unggul dengan layanan e-mail gratis dengan kapasitas besar + layanan mailing-listnya! Dengan tergesernya posisi <a title="http://Yahoo. " href="http://yahoo.com/" target="_blank">Yahoo.com</a> menjadi di bawah <a title="http://Facebook. " href="http://facebook.com/" target="_blank">Facebook.com</a> di Indonesia, maka penjelasan logisnya adalah kini <strong>facebook.com bisa sejajar perannya sebagai sebuah penyampai pesan</strong> (e-mail) dan ajang diskusi yang selama ini di-”kuasai” oleh <a title="http://Yahoo. " href="http://yahoo.com/" target="_blank">Yahoo.com</a>.</p>
<p>Apalagi dengan adanya layanan blackberry ataupun ponsel ber-GPRS lainnya yang murah-meriah tetapi sudah atau bisa dilengkapi dengan sofware facebook. Maka bisa jadi, selain akan menggantikan fungsi e-mail standar yang selama ini kita kenal, facebook juga perlahan dapat menggantikan fungsi SMS!</p>
<p>-</p>
<p>Jadi, menurut saya wajar jika anggota DPR pakai facebook. Karena facebook adalah sebuah ekosistem komunikasi antar individu ataupun kelompok yang fenomenal pertumbuhannya. Saya berani bertaruh, pasti lebih gampang (dan lebih lengkap) mencari alamat kontak (sekedar e-mail ataupun nomor ponsel) rekan kita di akun facebook kita, ketimbang harus mencari di phonebook ataupun di catatan dalam bentuk lainnya.</p>
<p>Bahkan daripada repot-repot, kita kadang lebih sering mengirimkan pesan melalui facebook message (ataupun wall), ketimbang harus mengetik SMS, mengirimkan e-mail standar atau bahkan menelpon sekalipun <img src="http://donnybu.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>-</p>
<p>-dbu-</p>
<br />Posted in artikel Tagged: DPR, email, facebook, sms <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=131&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/wajar-anggota-dpr-nge-facebook-daripada-e-mailsms-karena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/04/dpr-facebook.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dpr-facebook</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obama Dorong Facebook Taklukkan Friendster di Indonesia</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/obama-dorong-facebook-taklukkan-friendster-di-indonesia/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/obama-dorong-facebook-taklukkan-friendster-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Friendster]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Posted on 9 March 2009 by donnybu Di Indonesia, akhirnya layanan jejaring sosial Friendster berhasil dipaksa bertekuk lutut di hadapan kedigdayaan Facebook. Data grafis dari google trends di bawah ini bisa menggambarkan lebih jelas: [facebook vs friendster di Indonesia] Adapun menurut Alexa.com, untuk trafik dari Indonesia, Facebook menempati posisi 3 dan Friendster di posisi 5. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=129&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Obama Dorong Facebook Taklukkan Friendster di Indonesia" rel="bookmark" href="http://donnybu.blogdetik.com/2009/03/09/obama-dorong-facebook-taklukan-friendster-di-indonesia/"><br />
</a></h2>
<div>Posted on <span>9 March 2009</span> by donnybu</div>
<p>Di Indonesia, akhirnya layanan jejaring sosial <a href="http://www.friendster.com/" target="_blank">Friendster</a> berhasil dipaksa bertekuk lutut di hadapan kedigdayaan <a href="http://www.facebook.com/" target="_blank">Facebook</a>. Data grafis dari <a href="http://trends.google.com/websites?q=facebook.com+%2C+friendster.com&amp;geo=ID&amp;date=all&amp;sort=0" target="_blank">google trends</a> di bawah ini bisa menggambarkan lebih jelas:</p>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/fbvsfs.jpg" alt="facebook vs friendster" width="450" height="170" /></p>
<p><em>[facebook vs friendster di Indonesia]</em></p>
<p>Adapun menurut <a href="http://www.alexa.com/site/ds/top_sites?cc=ID&amp;ts_mode=country&amp;lang=none" target="_blank">Alexa.com</a>, untuk trafik dari Indonesia, Facebook menempati posisi 3 dan Friendster di posisi 5. Sedangkan jumlah pengguna Facebook di Indonesia, diperkirakan mencapai lebih dari 1,4 juta orang per 6 Maret 2009, berdasarkan <a href="http://www.allfacebook.com/facebook-demographic-statistics/?country_id=ID&amp;gender=MF&amp;age=0t0&amp;country_id2=MY&amp;gender2=MF&amp;age2=0t0&amp;country_id3=SG&amp;gender3=MF&amp;age3=0t0" target="_blank">AllFacebook.com</a>.</p>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/allindonesia-fb.jpg" alt="pengguna facebook indonesia" width="450" height="294" /></p>
<p><em>[jumlah pengguna facebook di Indonesia]</em></p>
<p>Komposisi gender dan mayoritas usia pengguna Facebook di Indonesia adalah sebagai berikut:</p>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/genderindonesia-fb.jpg" alt="gender pengguna facebook indonesia" width="450" height="281" /></p>
<p><em>[komposisi gender pengguna facebook di Indonesia]</em></p>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/ageindonesia-fb1.jpg" alt="usia pengguna facebook indonesia" width="450" height="285" /></p>
<p><em>[mayoritas usia pengguna facebook di Indonesia]</em></p>
<p>Mengapa Facebook bisa sedemikian menguasai ranah layanan jejaring sosial di Indonesia? Menurut saya, beberapa faktor saling menguatkan satu dengan yang lainnya, yang membedakan dirinya dengan Friendster. Bukan berarti Friendster tidak punya faktor tersebut, tetapi bisa saja karena datangnya belakangan ketimbang Facebook, tidak akrab di penggunanya, tidak mudah/fungsional atau hal lainnya. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:</p>
<ol>
<li>pilihan layanan berbahasa Indonesia</li>
<li>mobile version (khusus pakai browser ponsel, seperti opera mini)</li>
<li>aplikasi mandiri (aplikasi ringan untuk diinstal di smartphone, blackberry, dll)</li>
<li>faktor demografi-psikografi penggunanya (friendster=highschool/abg vs facebook=mahasiswa/eksekutif ?)</li>
<li>disain Facebook yang lebih “rapi” dan “bersih” (cenderung “plain”) ketimbang Friendster yang “meriah”</li>
<li>tren Friendster mulai tergantikan oleh Facebook (?)</li>
<li>tingginya intensitas pemberitaan kampanye Barrack Obama yang menggunakan Facebook  dengan 5,8 juta supporter (kalau dilihat di <a href="http://www.barrackobama.com/" target="_blank">situs resmi Obama</a>, tampaknya Obama tidak menggunakan Friendster? lalu <a href="http://profiles.friendster.com/29615445" target="_blank">akun friendster</a> ini milik siapa ya?)</li>
</ol>
<p><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/obama-everywhere.jpg" alt="obama-everywhere" width="260" height="307" /></p>
<p><em>[no friendster for Mr Obama?]</em></p>
<br />Posted in artikel Tagged: facebook, Friendster, obama <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=129&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/obama-dorong-facebook-taklukkan-friendster-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/fbvsfs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">facebook vs friendster</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/allindonesia-fb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengguna facebook indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/genderindonesia-fb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gender pengguna facebook indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/ageindonesia-fb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">usia pengguna facebook indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/03/obama-everywhere.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama-everywhere</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Umbar Data, Teman dan Foto di Facebook!</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/jangan-umbar-data-teman-dan-foto-di-facebook/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/jangan-umbar-data-teman-dan-foto-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[sembarangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Posted on 23 February 2009 by donnybu Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=127&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Jangan Umbar Data, Teman dan Foto di Facebook!" rel="bookmark" href="http://donnybu.blogdetik.com/2009/02/23/jangan-umbar-data-teman-dan-foto-di-facebook/"><br />
</a></h2>
<div>Posted on <span>23 February 2009</span> by donnybu</div>
<p><strong><img src="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/02/facebooker3.jpg" alt="facebook" width="450" height="185" /></strong></p>
<p>Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di <a href="http://www.facebook.com/" target="_blank">Facebook</a>! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.</p>
<p>Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.</p>
<p>Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘<em>impersonation</em>‘. Apa itu?</p>
<p>-</p>
<p><strong>Kasus</strong></p>
<p>Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan ke <strong>detikINET</strong>, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.</p>
<p>Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di <a href="http://www.blogspot.com/" target="_blank">Blogspot.com</a>. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus ‘<em>impersonation</em>‘</p>
<p>Bahkan si pelaku (<em>impersonator</em>), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, <a href="http://www.imageshack.us/" target="_blank">imageshack.us</a>. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.</p>
<p>Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.</p>
<p>-</p>
<p><strong>Penyelesaian</strong></p>
<p>Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di <a title="http://blogspot. " href="http://blogspot.com/" target="_blank">blogspot.com</a> atau <a title="http://blogger. " href="http://blogger.com/" target="_blank">blogger.com</a>, ada fasilitas untuk melakukan ‘<em>flag blog</em>‘, dengan pilihan ‘impersonation’. Kita harus meng-<em>attached</em> hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.</p>
<p>Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.</p>
<p>Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.</p>
<p>-</p>
<p><strong>Pencegahan</strong></p>
<p>Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:</p>
<p>1). <strong>Jangan terlalu lengkap memasang profil</strong> atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (<em>abused</em>)</p>
<p>2). <strong>Jangan memasang foto-foto diri Anda</strong> yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.</p>
<p>3). <strong>Jangan sembarangan ‘<em>add friend</em>‘</strong> atau melakukan <em>approval</em> atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “<em>mutual friends</em>” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “<em>mutual friends</em>“-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “<em>mutual friends</em>“-nya cukup banyak.</p>
<p>4). <strong>Jangan sembarangan menerima <em>tag photo</em>.</strong> Bolehlah kita “banci <em>tagging</em>“, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “<em>untag</em>” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.</p>
<p>5). <strong>Jangan tunda-tunda</strong>, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘<em>impersonation</em>‘, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.</p>
<p>-</p>
<p><strong>-dbu-<br />
</strong></p>
<p>-</p>
<p><em>*) tulisan ini pernah dimuat di <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/02/23/084559/1088826/455/jangan-umbar-data-teman-dan-foto-di-facebook" target="_blank">detikINET</a>, pada Senin (23/02/2009) </em></p>
<br />Posted in artikel Tagged: data, facebook, sembarangan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=127&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/26/jangan-umbar-data-teman-dan-foto-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://donnybu.blogdetik.com/files/2009/02/facebooker3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Perlu Memiliki Blog Pribadi?</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/mengapa-kita-perlu-memiliki-blog-pribadi/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/mengapa-kita-perlu-memiliki-blog-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 15:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[tips untuk guru]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/mengapa-kita-perlu-memiliki-blog-pribadi/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tersenyum-senyum sendiri pagi ini. Bukan karena gila atau kurang waras, tetapi bahagia karena tulisan saya di blog pribadi sudah begitu banyaknya. Tanpa terasa sudah setahun lebih saya ngeblog di internet dan bersamaan dengan itu pula saya merasakan sedikit demi sedikit kemampuan saya dalam menulis menjadi semakin baik. Saya pun merasakan betapa bahagianya bertambah teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=125&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya tersenyum-senyum sendiri pagi ini. Bukan karena gila atau kurang waras, tetapi bahagia karena tulisan saya di blog pribadi sudah begitu banyaknya. Tanpa terasa sudah setahun lebih saya ngeblog di internet dan bersamaan dengan itu pula saya merasakan sedikit demi sedikit kemampuan saya dalam menulis menjadi semakin baik. Saya pun merasakan betapa bahagianya bertambah teman dalam dunia maya. Begitu banyak orang yang akhirnya saya kenal di dunia nyata, akibat seringnya ngeblog di dunia maya. Walaupun saya tahu <strong>“DUNIA MAYA”</strong> tak secantik <strong>“LUNA MAYA”</strong>..</p>
<p><span> </span></p>
<p style="text-align:justify;">Kita memang perlu memiliki blog pribadi di internet. Blog bukan hanya mengajari cara kita menulis setiap hari yang berupa <em>diary online</em>, tetapi blog juga dapat menjadi teman setia kita dikala sedih, dan gembira. Semua unek-unek kita bisa dicurahkan dalam blog. Semakin kita ngeblog, maka semakin kita merasakan kekuatan ajaib yang akan membimbing kita ke arah mana tulisan kita tujukan. Tanpa disadari, tulisan itu akan membentuk karakter kita sebagai penulisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyadari betul bagaimana blog dapat membuat orang menjadi lebih tenar. Nggak percaya? Coba saja buka <strong>blog RJ (Rani Juliani)</strong> yang cepat sekali dikunjungi oleh pengunjung karena adanya kasus antasari dan meninggalnya nasrudin. Bahkan blognya hampir mengalahkan para blogger papan atas. Itu baru sisi negatifnya dari blog. Kalau dilihat dari sisi positifnya, lihat saja blog raditya dika yang namanya melambung akibat keasyikan ngeblog setiap hari dengan banyolan-banyolan ringan yang membuat kita terasa enteng menikmati indahnya dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Blog memang ajaib. Dia dapat mengantarkan penulisnya ke dunia maya yang merupakan surga bagi orang-orang yang mau belajar. Tetapi blog akan jadi neraka manakala disalahgunakan dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga kebermanfaatan blog yang seharusnya baik menjadi tidak baik. Masih ingat kasus lapo tuak? Blog yang kemudian di delete oleh wordpress karena menghina agama tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila anda belum memiliki blog pribadi, sebaiknya <strong>buatlah</strong>. Sudah begitu banyak tutorial gratis cara mudah membuat blog di internet. Anda akan merasakan mudahnya membuat blog dan merasakan kesulitan pada saat mengisinya. Di sinilah akan timbul kreativitas anda dalam menulis. Ingatlah dalam dunia blog, <strong>“Content is the king”.</strong> Tulisan anda yang akan membuat anda menjadi raja di dunia internet, seperti blognya ndorokakung, budi putra, enda sution, dan masih banyak penulis blog lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar blog yang anda buat menjadi lebih berarti dan dibaca oleh orang banyak, bergabunglah di blog kompasiana.com. Di rumah sehat kompasiana, anda akan dapatkan ilmu pengetahuan bagaimana menulis yang baik dan kreatif. Di blog ini kita bisa belajar dari tulisan kang pepih, mas wisnu, kang iskandar, mas edi taslim, kang taufik, dan penulis kompas lainnya. Pokoknya, blog kompasiana adalah blognya orang belajar dari berbagai disiplin ilmu. Berbagai profesi, dan berbagai usia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kompasiana adalah Universitas Terbuka dalam dunia maya yang akan mengantarkan anda untuk ngeblog setiap hari. Di blog ini telah terjadi pembelajaran yang mengundang. Mengundang anda untuk aktif menulis dan memberikan komentar. Silahturahmi dan komunikasi yang dibalut dengan tulisan yang menarik pun berjalan dengan sangat <strong>APIK</strong> (Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten).</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya buruan punya blog pribadi di internet dan rasakan kenikmatan ketika tulisan anda saling tergabung<em> (link) </em>antara blog anda dan blog kompasiana. Kalau anda sudah merasakannya, maka berbagilah. Hanya orang-orang baik, yang mau berbagi pengetahuan, dan pengalaman kepada orang lain. Selamat menjadi blogger dan rasakan keajaiban yang akan menyertai anda!.</p>
<p style="text-align:justify;">http://wijayalabs.wordpress.com/2009/05/11/mengapa-kita-perlu-memiliki-blog-pribadi/</p>
<br />Posted in artikel, tips untuk guru Tagged: belajar, blog, kompas <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=125&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/mengapa-kita-perlu-memiliki-blog-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Model-Model Pembelajaran yang Bermanfaat</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/model-model-pembelajaran-yang-bermanfaat/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/model-model-pembelajaran-yang-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 15:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=121&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="debat" src="http://year4sgj.files.wordpress.com/2008/10/debat-61.jpg?w=410&#038;h=336" alt="" width="410" height="336" />Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.</p>
<p>Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.<br />
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.<span id="more-121"></span></p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Role Playing&quot;" rel="#someid0" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/metode-role-playing/">Metode Role Playing</a></h3>
<p>Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:</p>
<p>Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.</p>
<ol>
<li>Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi      secara utuh.</li>
<li>Permainan merupakan penemuan yang mudah dan      dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.</li>
<li>Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa      melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.</li>
<li>Permainan merupakan pengalaman belajar yang      menyenangkan bagi anak.</li>
</ol>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)&quot;" rel="#someid1" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/metode-pemecahan-masalah-problem-solving/">Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)</a></h3>
<p>Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.<br />
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.</p>
<p>Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.</li>
<li>Berpikir dan bertindak kreatif.</li>
<li>Memecahkan masalah yang dihadapi secara      realistis</li>
<li>Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.</li>
<li>Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.</li>
<li>Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa      untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.</li>
<li>Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan      dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.</li>
</ol>
<p>Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.</li>
<li>Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang      dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.</li>
</ol>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Pembelajaran Berdasarkan Masalah&quot;" rel="#someid2" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/pembelajaran-berdasarkan-masalah/">Pembelajaran Berdasarkan Masalah</a></h3>
<p>Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.</p>
<p>Langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.</li>
<li>Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)</li>
<li>Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.</li>
<li>Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.</li>
<li>Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.</li>
</ol>
<p>Kelebihan:</p>
<ol>
<li>Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga      pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.</li>
<li>Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa      lain.</li>
<li>Dapat memperoleh dari berbagai sumber.</li>
</ol>
<p>Kekurangan:</p>
<ol>
<li>Untuk siswa yang malas tujuan dari metode      tersebut tidak dapat tercapai.</li>
<li>Membutuhkan banyak waktu dan dana.</li>
<li>Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan      dengan metode ini</li>
</ol>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Cooperative Script&quot;" rel="#someid3" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/cooperative-script/">Cooperative Script</a></h3>
<p>Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.</p>
<p>Langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Guru membagi siswa untuk berpasangan.</li>
<li>Guru membagikan wacana / materi tiap siswa      untuk dibaca dan membuat ringkasan.</li>
<li>Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama      berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.</li>
<li>Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.</li>
<li>Bertukar peran, semula sebagai pembicara      ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.</li>
<li>Kesimpulan guru.</li>
<li>Penutup.</li>
</ol>
<p>Kelebihan:</p>
<ul>
<li>Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.</li>
<li>Setiap siswa mendapat peran.</li>
<li>Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain      dengan lisan.</li>
</ul>
<p>Kekurangan:</p>
<ul>
<li>Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu</li>
<li>Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan      seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).</li>
</ul>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Picture and Picture&quot;" rel="#someid4" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/picture-and-picture/">Picture and Picture</a></h3>
<p>Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.</p>
<p>Langkah-langkah:<br />
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.<br />
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.<br />
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.<br />
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.<br />
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.<br />
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.<br />
7. Kesimpulan / rangkuman.</p>
<p>Kebaikan:<br />
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.<br />
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.</p>
<p>Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.</p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Numbered Heads Together&quot;" rel="#someid5" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/14/numbered-heads-together/">Numbered Heads Together</a></h3>
<p>Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.<br />
Langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam      setiap kelompok mendapat nomor.</li>
<li>Guru      memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.</li>
<li>Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan      memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.</li>
<li>Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan      nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.</li>
<li>Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru      menunjuk nomor yang lain.</li>
<li>Kesimpulan.</li>
</ol>
<p>Kelebihan:</p>
<ul>
<li>Setiap siswa menjadi siap semua.</li>
<li>Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.</li>
<li>Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang      kurang pandai.</li>
</ul>
<p>Kelemahan:</p>
<ul>
<li>Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil      lagi oleh guru.</li>
<li>Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh      guru</li>
</ul>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)&quot;" rel="#someid6" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/metode-investigasi-kelompok-group-investigation/">Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)</a></h3>
<p>Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:</p>
<p><strong>a. Seleksi topik</strong><br />
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.</p>
<p><strong>b. Merencanakan kerjasama</strong><br />
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.</p>
<p><strong>c. Implementasi</strong><strong><br />
</strong>Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.</p>
<p><strong>d. Analisis dan sintesis</strong><br />
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.</p>
<p><strong>e. Penyajian hasil akhir</strong><strong><br />
</strong>Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.</p>
<p><strong>f. Evaluasi</strong><br />
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.</p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Jigsaw&quot;" rel="#someid7" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/27metode-jigsaw/">Metode Jigsaw</a></h3>
<p>Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.</p>
<p>Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.</p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Team Games Tournament (TGT)&quot;" rel="#someid8" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/metode-team-games-tournament-tgt/">Metode Team Games Tournament (TGT)</a></h3>
<p>Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.<br />
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.<br />
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:</p>
<p><strong>1. Penyajian kelas </strong><br />
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.</p>
<p><strong>2. Kelompok (team)</strong><br />
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.</p>
<p><strong>3. Game</strong><br />
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.</p>
<p><strong>4. Turnamen</strong><strong><br />
</strong>Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.</p>
<p><strong>5. Team recognize (penghargaan kelompok)</strong><br />
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40</p>
<hr size="2" />
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)&quot;" rel="#someid9" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/metode-student-teams-%e2%80%93-achievement-divisions-stad/">Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)</a></h3>
<p>Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.<br />
Langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang      secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).</li>
<li>Guru menyajikan pelajaran.</li>
<li>Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.</li>
<li>Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh      siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.</li>
<li>Memberi evaluasi.</li>
<li>Penutup.</li>
</ol>
<p>Kelebihan:<br />
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.<br />
2. Melatih kerjasama dengan baik.</p>
<p>Kekurangan:<br />
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.<br />
2. Membedakan siswa.</p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Examples Non Examples&quot;" rel="#someid10" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/model-examples-non-examples/">Model Examples Non Examples</a></h3>
<p>Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.<br />
Langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Guru      mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.</li>
<li>Guru      menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.</li>
<li>Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan      kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.</li>
<li>Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil      diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.</li>
<li>Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan      hasil diskusinya.</li>
<li>Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru      mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.</li>
<li>KKesimpulan.</li>
</ol>
<p>Kebaikan:<br />
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.<br />
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.<br />
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.</p>
<p>Kekurangan:<br />
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.<br />
2. Memakan waktu yang lama.</p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Lesson Study&quot;" rel="#someid11" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/model-lesson-study/">Model Lesson Study</a></h3>
<p>Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.<br />
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.<br />
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:</p>
<p>1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:</p>
<p>a. Perencanaan.</p>
<p>b. Praktek mengajar.</p>
<p>c. Observasi.</p>
<p>d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.</p>
<p>2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.</p>
<p>3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.</p>
<p>4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.</p>
<p>5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.</p>
<p>6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).</p>
<p>Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:</p>
<p>- Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.</p>
<p>- Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.</p>
<p><a rel="#someid12" href="http://gurupkn.wordpress.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/">http://gurupkn.wordpress.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/</a></p>
<h3><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Pembelajaran ARIAS&quot;" rel="#someid13" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/12/22/model-pembelajaran-arias/">Model Pembelajaran ARIAS</a></h3>
<p>Abstrak. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar.</p>
<p>Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.</p>
<p>Kata kunci: motivasi berprestasi, hasil belajar siswa, ARIAS, kegiatan pembelajaran</p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p>Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud, 1998).</p>
<p>Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.</p>
<p>Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Berkenaan dengan hal itu, maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa, telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.</p>
<p><strong>2. Kajian Teori dan Pembahasan</strong></p>
<p><strong>2.1 Model Pembelajaran ARIAS</strong></p>
<p>Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention, relevance, confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp, 1987: 289-319).</p>
<p>Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin, 1987: 11-14). Namun demikian, pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment), padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco, 1968: 610). Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Mengingat pentingnya evaluasi, maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut.</p>
<p>Dengan modifikasi tersebut, model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian); relevance (relevansi); confidence (percaya/yakin); satisfaction (kepuasan/bangga), dan assessment (evaluasi). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance, dan attention menjadi interest. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance, karena kata assurance sinonim dengan kata self-confidence (Morris, 1981: 80). Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil, melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest, karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance, relevance, interest, assessment dan satisfaction. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Oleh karena itu, model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS.</p>
<p><strong>2.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS</strong></p>
<p>Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.</p>
<p>Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller, 1987: 2-9). Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap di mana seseorang merasa yakin, percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang, sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Sikap percaya, yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri, 1986: 218). Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno, 1989: 42). Sikap percaya diri, yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Dengan sikap yakin, penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil, siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah:</p>
<p>- Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara, memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model), misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.</p>
<p>- Menggunakan suatu patokan, standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).</p>
<p>- Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.</p>
<p>- Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.</p>
<p>Komponen kedua model pembelajaran ARIAS, relevance, yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller, 1987: 2-9). Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka, dan memiliki tujuan yang jelas. Sesuatu yang memiliki arah tujuan, dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll, 1988: 140).</p>
<p>Dalam kegiatan pembelajaran, para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah:</p>
<p>- Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco,1968: 162). Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.</p>
<p>- Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.</p>
<p>- Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai- nilai yang dimiliki siswa. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa, juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental, emosional, sosial dan fisik, sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan, 1991). (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS, interest, adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah:</p>
<p>- Menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.</p>
<p>- Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan, mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan.</p>
<p>- Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor, dari cepat ke lambat, dari suara keras ke suara yang sedang, dan mengubah gaya mengajar.</p>
<p>- Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa.</p>
<p>Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois, 1982: 336). Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa; untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok; untuk merekam apa yang telah siswa capai, dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes, 1990:31). Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs, 1979:157). Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto, 1994). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Dengan demikian, evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik      terhadap kinerja siswa.</li>
<li>Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil      serta segera menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa.</li>
<li>Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan      evaluasi terhadap diri sendiri.</li>
<li>Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan      evaluasi terhadap teman.</li>
</ul>
<p>Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga, puas atas hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll, 1988: 70). Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower, 1975:561). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan, rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan, mencapai atau mendapat sesuatu. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu, yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp, 1987: 2-9). Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979: merupakan suatu penguatan (reinforcement) dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, memberikan penghargaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa (Hilgard dan Bower, 1975: 561). Untuk itu, rasa bangga dan puas perlu ditanamkan dan dijaga dalam diri siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :</p>
<p>- Memberi penguatan (reinforcement), penghargaan yang pantas baik secara verbal maupun non-verbal kepada siswa yang telah menampilkan keberhasilannya. Ucapan guru : “Bagus, kamu telah mengerjakannya dengan baik sekali!”. Menganggukkan kepala sambil tersenyum sebagai tanda setuju atas jawaban siswa terhadap suatu pertanyaan, merupakan suatu bentuk penguatan bagi siswa yang telah berhasil melakukan suatu kegiatan. Ucapan yang tulus dan/atau senyuman guru yang simpatik menimbulkan rasa bangga pada siswa dan ini akan mendorongnya untuk melakukan kegiatan lebih baik lagi, dan memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>- Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi nyata atau simulasi.</p>
<p>- Memperlihatkan perhatian yang besar kepada siswa, sehingga mereka merasa dikenal dan dihargai oleh para guru.</p>
<p>- Memberi kesempatan kepada siswa untuk membantu teman mereka yang mengalami kesulitan/memerlukan bantuan.</p>
<p><strong>2.3 Penggunaan Model Pembelajaran ARIAS</strong></p>
<p>Penggunaan model pembelajaran ARIAS perlu dilakukan sejak awal, sebelum guru melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini digunakan sejak guru atau perancang merancang kegiatan pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran misalnya. Satuan pelajaran sebagai pegangan (pedoman) guru kelas dan satuan pelajaran sebagai bahan/materi bagi siswa. Satuan pelajaran sebagai pegangan bagi guru disusun sedemikian rupa, sehingga satuan pelajaran tersebut sudah mengandung komponen-komponen ARIAS. Artinya, dalam satuan pelajaran itu sudah tergambarkan usaha/kegiatan yang akan dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri pada siswa, mengadakan kegiatan yang relevan, membangkitkan minat/perhatian siswa, melakukan evaluasi dan menumbuhkan rasa dihargai/bangga pada siswa. Guru atau pengembang sudah merancang urutan semua kegiatan yang akan dilakukan, strategi atau metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran apa yang akan dipakai, perlengkapan apa yang dibutuhkan, dan bagaimana cara penilaian akan dilaksanakan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan situasi, kondisi dan lingkungan siswa. Demikian juga halnya dengan satuan pelajaran sebagai bahan/materi untuk siswa. Bahan/materi tersebut harus disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Bahasa, kosa kata, kalimat, gambar atau ilustrasi, pada bahan/materi dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa, bahwa mereka mampu, dan apa yang dipelajari ada relevansi dengan kehidupan mereka. Bentuk, susunan dan isi bahan/materi dapat membangkitkan minat/perhatian siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan evaluasi diri dan siswa merasa dihargai yang dapat menimbulkan rasa bangga pada mereka. Guru dan/atau pengembang agar menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, kata-kata yang jelas dan kalimat yang sederhana tidak berbelit-belit sehingga maksudnya dapat dengan mudah ditangkap dan dicerna siswa. Bahan/materi agar dilengkapi dengan gambar yang jelas dan menarik dalam jumlah yang cukup. Gambar dapat menimbulkan berbagai macam khayalan/fantasi dan dapat membantu siswa lebih mudah memahami bahan/materi yang sedang dipelajari.</p>
<p>Siswa dapat membayangkan/mengkhayalkan apa saja, bahkan dapat membayangkan dirinya sebagai apa saja (McClelland, 1987: 29). Bahan/materi disusun sesuai urutan dan tahap kesukarannya perlu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan dan memungkinkan siswa dapat mengadakan evaluasi sendiri.</p>
<p><strong>3. Hasil Percobaan di Lapangan</strong></p>
<p>Model pembelajaran ARIAS telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Pertama model ini dicobakan kepada sejumlah siswa kelas V dari sebuah sekolah dasar (SD) Negeri di Kota Palembang selama satu caturwulan yaitu catur wulan III tahun ajaran 1995/1996. Sekolah ini diambil sebagai sampel secara acak sederhana dari sejumlah SD negeri setara di Kota Palembang yang memiliki kelas V paralel. Dari keseluruhan siswa SD ini diambil 60 orang siswa kelas V sebagai sampel yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok berjumlah 15 orang siswa. Sampel siswa ini juga diambil secara acak sederhana. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan instrumen tes hasil belajar dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA&amp;mdash;2 jalur dengan uji F pada taraf signifikansi a = 0,05.</p>
<p>Percobaan kedua juga menggunakan metode eksperimen dengan rancangan 2 x 2 dilaksanakan di SD yang berbeda, yaitu sebuah SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin. Lama percobaan selama satu caturwulan yaitu catur wulan II tahun ajaran 1996/1997. Jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok di mana masing-masing kelompok berjumlah 20 orang siswa. Baik sampel SD maupun sampel siswa diambil secara acak sederhana. Untuk memperoleh data yang diperlukan digunakan tes motivasi berprestasi. Data yang diperoleh juga dianalisis dengan ANAVA&amp;mdash;2 jalur pada taraf signifikansi a = 0,05. Seperti halnya pada percobaan pertama, pada percobaan kedua ini juga dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk homogenitas data.</p>
<p>Apakah motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Untuk itu baik pada percobaan pertama maupun pada percobaan kedua, siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran ARIAS. Satuan pelajaran yang disusun berdasarkan model pembelajaran ARIAS disusun/dikembangkan oleh penulis. Pada kelompok kontrol kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran non-ARIAS, dengan satuan pelajaran disusun oleh guru kelas bersangkutan. Pada kedua percobaan ini dilakukan pengontrolan validitas internal dan eksternal. Pengontrolan validitas internal adalah:</p>
<p>(1) Menyetarakan setiap kelompok pada awal percobaan dengan menganalisis skor tes awal setiap kelompok untuk menghindari efek pemilihan subjek yang berbeda;</p>
<p>(2) Menggunakan instrumen yang sama untuk tes akhir dan tes awal guna menghindari efek perbedaan instrumen pengukur;</p>
<p>(3) Mengusahakan agar tidak ada subjek yang mengundurkan diri selama penelitian berlangsung untuk menghindari efek kehilangan subjek dalam percobaan;</p>
<p>(4) Memberikan perlakuan yang relatif singkat, untuk menghindari efek pematangan dan efek tes awal. Pengontrolan validitas eksternal adalah:</p>
<p>1. Penentuan kelompok kontrol, kelompok eksperimen dan pemilihan guru yang memiliki kualifikasi setara ditetapkan secara acak;</p>
<p>2. Suasana belajar, situasi kelas, dan kondisi setiap kelompok semua sama seperti hari-hari belajar biasa, kecuali penggunaan model pembelajaran ARIAS pada kelompok eksperimen, untuk menghindari efek lingkungan yang dapat menyebabkan reaksi yang berlebihan dari siswa;</p>
<p>3. Selama percobaan siswa tidak diberitahu bahwa sedang ada penelitian untuk menghindari efek Howthorne dan John Henry.</p>
<p>Hasil ANAVA menunjukkan bahwa pada percobaan pertama Fo=10,74 jauh lebih besar dari Ft=4,02 pada taraf signifikansi a = 0,05, dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok XA=78,80 &gt; Xn-A=75,93 (Sopah, 1999: 120 – 121). Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS. Pada percobaan kedua Fo=8,44 lebih besar dari Ft=3,96 pada taraf signifikansi a = 0,05, dan perbedaan rerata skor antara kedua kelompok adalah XA=18,55 &gt; Xn-A=15,98 (Sopah,1998: 99-100). Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.</p>
<p>Hasil kedua percobaan menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar. Motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ARIAS lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti model pembelajaran non-ARIAS.</p>
<p><strong>4. Penutup</strong></p>
<p>Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:</p>
<p>Dari hasil kedua percobaan lapangan tersebut dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dapat digunakan oleh guru sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Meskipun percobaan lapangan ini menunjukkan hasil positif namun kedua percobaan ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:</p>
<p>- Percobaan ini dilakukan dengan mengambil sampel salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Walaupun sampel ini diambil secara acak, namun jumlahnya sangat terbatas, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke wilayah yang lebih luas. Untuk itu, perlu penelitian sejenis lainnya dengan sebaran dan wilayah sampel yang lebih luas. Dengan dukungan hasil penelitian sejenis ini maka diharapkan dapat merupakan bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran ARIAS di Sekolah Dasar.</p>
<p>- Waktu yang digunakan untuk percobaan ini juga terbatas. Percobaan hanya berlangsung selama satu catur wulan. Karena waktunya terbatas, maka bahan atau materi yang diberikan juga terbatas, belum begitu banyak. Meskipun dalam percobaan ini telah dilakukan pengendalian secara cermat, namun karena terbatasnya waktu dan bahan yang diberikan kemungkinan adanya pengaruh variabel lain yang tidak terkendali dapat terjadi. Untuk itu, perlu adanya penelitian lanjutan yang waktunya lebih lama, bahan/materi yang diberikan lebih banyak, sehingga dapat lebih mencerminkan bahwa model pembelajaran ARIAS dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak.</p>
<p>- Bidang studi yang digunakan terbatas pada satu bidang studi bahkan satu subbidang studi. Hasil baik yang diperoleh dalam subbidang studi ini belum tentu memberikan hasil yang sama pada bidang studi lain. Karena itu juga perlu adanya penelitian sejenis lainnya pada berbagai bidang studi, sehingga dapat mencerminkan besarnya pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.</p>
<p>- Dalam percobaan ini satuan pelajaran yang disusun menurut model pembelajaran ARIAS, baik untuk pegangan guru maupun sebagai bahan/materi bagi murid disusun oleh penulis. Satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS ini dicobakan dan ternyata hasilnya baik. Hasil baik ini mungkin perlu didukung oleh penelitian sejenis lainnya di mana satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS disusun oleh guru bersangkutan. Dengan demikian akan terlihat apakah memang satuan pelajaran menurut model pembelajaran ARIAS yang disusun oleh guru dengan berbagai macam keterbatasannya juga akan mencapai hasil yang lebih baik.</p>
<p>Pustaka Acuan :</p>
<p>Beard, Ruth M. dan Senior, Isabel J. 1980. Motivating students. London: Routledge and Kegan Paul Ltd.<br />
Bloom, Benjamin S.1982. Human characteristics and school learning. New York: McGraw-Hill Book Company.<br />
Bohlin, Roy M. 1987. Motivation in instructional design: Comparison of an American and a Soviet model, Journal of Instructional Development vol. 10 (2), 11-14.<br />
Callahan, Sterling G. 1966. Successful teaching in secondary schools. Chicago: Scott, Foreman and Company.<br />
Davies, Ivor K. 1981. Instructional technique. New York: McGraw Hill Book Company.<br />
DeCecco, John P. 1968. The psychology of learning and instructions: Educational psychology. New Jersey: Prentice Hall, Inc.<br />
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Laporan EBTANAS SD. Palembang: Depdikbud Kodya Palembang.<br />
Dick, Walter dan Reiser, Robert A. 1989. Planning effective instruction. Boston: Allyn and Bacon.<br />
Gagne, Robert M, dan Briggs, Leslie J. 1979. Principles of instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.<br />
Gagne, Robert M. dan Driscoll, Marcy P. 1988. Essentials of learning for instruction. Englewood Cliffs, NJ.: Prentice-Hall, Inc.<br />
Hendorn, James N. 1987. Learner interests, achievement, and continuing motivation in instruction, Journal of Instructional Development, Vol. 10 (3), 11-14.<br />
Hilgard, Ernest R. dan Bower, Gordon H. 1975. Theories of learning. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, Inc.<br />
Hopkins, Charles D. dan Antes, Richard L. 1990. Classroom measurement and evaluation. Itasca, Illinois: F.E. Peacock Publisher, Inc.<br />
Keller, John M. 1983. Motivational design instruction dalam Charles M Reigeluth (ed.), Instructional design theories and models, 383-430. Hillsdale, NJ.: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.<br />
________ 1987. Development and use of ARCS model of instructional design, Journal of Instructional Development, Vol. 10 (3), 2-9.<br />
Keller, John M. dan Thomas W. Kopp. 1987. An application of the ARCS model of motivational design, dalam Charles M. Reigeluth (ed), Instructional theories in action, 289-319. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.<br />
Lastri, M.T.F. 1993. Kemampuan murid SD memprihatinkan, Kompas, 14 Juli, 12.<br />
Lefrancois, Guy R. 1982. Psychology for teaching. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company.<br />
McClelland, David C. 1987. Memacu masyarakat berprestasi. Terjemahan Siswo Suyanto dan W.W. Bakowatun. Jakarta: CV. Intermedia.<br />
Morris, William (ed) 1981. The American heritage dictionary of English language. Boston: Houghton Miflin Company. Petri, Herbert L. 1986. Motivation: Theory and research. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company.<br />
Prayitno, Elida 1989. Motivasi dalam belajar. Jakarta: PPPLPTK.<br />
Reigeluth, Charles M. dan Curtis Ruth V. 1987. Learning situations and instructinal models, dalam Robert M. Gagne (ed.), Instructional technology foundations, 175-206. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers. Semiawan, Conny R. 1991.<br />
Strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam Conny R. Semiawan dan Soedijarto (ed.), Mencari strategi pengembangan pendidikan nasional menjelang abad XXI, 165-175. Jakarta: Grasindo. Soekamto, Toeti 1994. Evaluasi diri demi peningkatan mutu pendidikan. Pidato pengukuhan guru besar tetap Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta, 30 Juli.<br />
Sopah, Djamaah 1998. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa, Laporan penelitian. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya.<br />
________ 1999. Pengaruh model pembelajaran ARIAS dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa, Disertasi. Jakarta: PPS-IKIP Jakarta.<br />
Suryabrata, Sumadi 1982. Psikologi pendidikan: Materi pendidikan program bimbingan konseling di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Depdikbud.</p>
<br />Posted in artikel Tagged: belajar, debat, siswa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=121&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/model-model-pembelajaran-yang-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://year4sgj.files.wordpress.com/2008/10/debat-61.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">debat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Praktis Menulis Artikel di Blog</title>
		<link>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/tips-praktis-menulis-artikel-di-blog/</link>
		<comments>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/tips-praktis-menulis-artikel-di-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 15:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tim Pelatih Guru Go Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips untuk guru]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyaguru.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi intan dan berlian, karena untuk pertama kalinya mereka belajar naik sepeda. Keduanya dengan senang mengarungi pengalaman baru itu. Mula-mula dipegangi ayahnya, tapi lama kelamaan dilepas sendiri. Setiap hari, sepulang sekolah Intan selalu belajar sendiri, meski berkali-kali ia jatuh, terluka dan ditertawakan teman-temannya. Ok no problem, it’s oke!, begitulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=122&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi intan dan berlian, karena untuk pertama kalinya mereka belajar naik sepeda. Keduanya dengan senang mengarungi pengalaman baru itu. Mula-mula dipegangi ayahnya, tapi lama kelamaan dilepas sendiri. Setiap hari, sepulang sekolah Intan selalu belajar sendiri, meski berkali-kali ia jatuh, terluka dan ditertawakan teman-temannya. <strong>Ok no problem, it’s oke!,</strong> begitulah Intan selalu tenang menanggapinya. Namun sebaliknya, Berlian hanya belajar hari minggu saat ayahnya libur.  Ia selalu ingin dibimbing ayahnya. Dua minggu kemudian Intan telah mahir mengendarai sepeda sedangkan Berlian belum berani naik sepeda sendiri. Ia segan belajar karena takut diejek teman-temannya.</p></blockquote>
<p>Cerita singkat di atas adalah kejadian nyata, karena kedua anak itu adalah anak kandung Omjay sendiri. Seperti juga naik sepeda, belajar menulis artikel juga demikian. Semakin berani sering belajar, mencoba dan mencoba, semakin anda mahir dan menguasai seluk beluk menulis artikel. Menulis artikel adalah suatu hal yang baru bagi sebagian orang. Setiap melakukan sesuatu yang baru biasanya anda akan merasa sulit memulainya. Tapi, tidak sulit kalau anda menganggap menulis itu mudah.<span id="more-122"></span></p>
<p>Artikel adalah <strong>suatu bentuk tulisan yang merupakan buah pikiran, ide, atau gagasan dari penulis terhadap suatu masalah dan bagaimana solusinya. </strong></p>
<p>Berikut ini ada 10 tips praktis dalam menulis artikel, yang dapat anda aplikasikan dalam menulis di blog pribadi anda, yaitu:</p>
<p><strong>1. Temukan Tema yang Menarik (TTM)</strong></p>
<p>Misalnya di kantor ada berita yang perlu anda tuliskan. Contoh: Pacaran di kantor, boleh nggak sich?, Mengapa makin banyak siswa SD dan SMP kecil bunuh diri?, Apa sih bahayanya pornografi?, Apa kita perlu membuat situs porno?, dsb.</p>
<p><strong>2. Buat Kerangka Tulisan (BKT)</strong></p>
<p>Menulis itu seperti menggambar orang. Ada kepala, badan, dan kaki. Misalnya anda mau menulis tentang prestasi penjualan barang di kantor anda. Buat bagian kepala artikel dulu dengan judul yang singkat, data prestasi dan upaya meraih prestasi menjadi badan tulisan, dan komentar masyarakat menjadi kaki tulisan anda. Bila anda pandai merangkainya, anda akan jadi penulis hebat dan jangan kaget bila blog anda banyak dikunjungi oleh orang lain.</p>
<p><strong>3. Cari Data Penunjang (CDP)</strong></p>
<p>Seperti layaknya membuat kue donat, maka anda harus dapat mengumpulkan bahan-bahan (tepung terigu, gula, oven, dst). Begitu pun dalam tulisan anda harus dapat mengumpulkan datanya. Data ini dapat anda peroleh dari buku kuliah, buku di perpustakaan, kliping koran, majalah, dan bahkan dari internet itu sendiri. Adanya data penunjang akan membuat tulisan anda benar-benar dapat dipercaya (kredibel), dan tidak asal tulis atau comot.</p>
<p><strong>4. Susun Dengan Runut(SDR)</strong></p>
<p>Usahakan pembaca mendapat kepuasan setelah membaca artikel anda. Ulaslah masalah dari A sampai Z. Anda akan mendapatkan komentar positif dari para blogger kalau anda mampu menuliskannya dengan runut. Kepandaian menyusun kalimat dengan runut akan didapati secara alamiah.</p>
<p><strong>5. Gunakan Bahasa yang Menarik (GBM)</strong></p>
<p>Kalau tulisan anda ingin dikenal dan terkenal, maka anda harus  memakai bahasa yang mudah dimengerti oleh para pembacanya. Apalagi bila yang anda sampaikan itu menggunakan bahasa yang pas untuk anak remaja. ”Wow” sudah pasti tulisan anda akan menjadi tulisan yang favorit.</p>
<p><strong>6. Beri Kesan Penting (BKP)</strong></p>
<p>Anda harus dapat menyampaikan bahwa tulisan anda itu penting dan kudu dibaca oleh orang banyak, caranya dengan menyisipkan kesan penting di dalamnya, misalnya anda berlagak saja seperti seorang penulis hebat yang membuat orang terkesima membaca tulisan anda. Pokoknya PD abis dech!.</p>
<p><strong>7. Beri Ilustari/Foto yang Keren (BIFK)</strong></p>
<p>Untuk menambah supaya para pembaca blog anda menarik dengan tulisan yang anda buat, tambahkan ilustrasi atau foto yang keren sehingga tulisan anda menjadi semakin hidup dan menarik hati pembacanya. Karena anda menulis di blog, maka foto yang anda sisipkan harus diperkecil dulu kapasitasnya agar cepat dapat dibuka ketika orang mengakses blog anda. Sebaiknya gunakan software adobe photoshop untuk membuat foto menjadi semakin indah dengan kapasitas file yang kecil.</p>
<p><strong>8. Jangan Takut Memposting/Mempublish (JTM)</strong></p>
<p>Jangan takut mengirimkan tulisan anda ke dunia maya melalui blog yang sudah anda buat. Kalau anda sudah mengikuti point 1 s.d. 7 diatas, cepat saja posting atau publish tulisan anda itu. Keberanian akan membuat tulisan anda dikenal oleh banyak orang. Ketika anda memberanikan diri untuk menulis, maka anda akan jadi penulis hebat dan terkenal. Karena itu jangan takut untuk terus menerus memposting tulisan anda di blog.</p>
<p><strong>9. Diary Sumber Ide (DSI)</strong></p>
<p>Gali cerita lucu, pengalaman diri anda sendiri, kakak, saudara, teman atau siapa saja yang anda temui. Buatlah menjadi tulisan yang menarik. Boleh juga ditambah-tambah dengan bumbu sedikit atau dikurangi sedikit bumbunya biar tambah seru tuh tulisan. Pokoknya gali terus diarymu sebagai sumber ide. Anda akan menjadi terkenal seperti Raditya Dika dengan blognya yang keren abis.</p>
<p><strong>10. 3M (Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai saat ini!)</strong></p>
<p>Kalau anda mau menulis jangan menunggu hari esok. Menulis saja langsung. Soalnya memori otak kita kan terbatas. Karena itu mulailah menulis dari hal yang kecil lebih dahulu, lalu mulai juga menulis dari diri anda sendiri dengan seringnya anda menceritakan kekonyolan diri sendiri. Pokoknya mulai saat ini anda harus berjanji dalam diri untuk terus menerus menulis setiap hari di blog yang anda kelola tentunya. tapi, jangan lupa ya….tetap bergabung di blogger ini, rumah sehat kita semua.</p>
<br />Posted in tips untuk guru Tagged: artikel, belajar, blog, guru, siswa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyaguru.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyaguru.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyaguru.wordpress.com&amp;blog=8229101&amp;post=122&amp;subd=blognyaguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyaguru.wordpress.com/2009/06/21/tips-praktis-menulis-artikel-di-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6751103c3504555ec13bba72aaf9e8de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Go Blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
